Manfaat dan Kegunaan Adas Manis

gambar buah adas

gambar buah adas

Adas manis (Pimpinella anisum) atau biasa dikenal dengan adas, terhitung tidak benar satu tanaman obat yang populer di Indonesia. Adas manis diduga berasal dari Benua Eropa dan Asia, tersedia terhitung yang berpendapat dari Benua Afrika dan Laut Tengah.

Tanaman ini terhitung tersebar di daerah tropis dan sub-tropis diantaranya India, Indonesia, Argentina, hingga Jepang. Tanaman adas memiliki beberapa ciri tanaman perdu tahunan, batangnya berlubang, beruas, dan berwarna hijau keputihan. Jika batang adas memar bakal mengeluarkan bau yang wangi.

Biji adas berwarna biru kehijauan saat tetap muda, dan bakal jadi hijau kecoklatan jikalau sudah tua. Bentuk biji adas ini lonjong dan memiliki aroma yang kuat, tetapi buahnya memiliki rasa yang sedikit manis dan agak pedas.

Tanaman adas sanggup tumbuh subur ditanam di daerah dataran rendah namun tanaman adas secara biologi lebih sesuai ditanam di daerah dataran tinggi dengan ketinggian 1.800 mtr. dari atas permukaan laut.

Tanaman ini membuahkan minyak yang dihasilkan dari sistem sulingan serbuk-serbuk buah adas yang sudah masak dan kering. Minyak adas terdiri dari 2 jenis yaitu minyak adas manis dan pahit. Kerena manfaat adas sebagai tanaman herbal membawa sifat mengobati maka tanaman ini banyak dijadikan sebagai bahan baku dalam industri pembuatan obat-obatan.

Adas manis merupakan tanaman yang kaya manfaat dan banyak dikenal dan juga sudah sejak lama digunakan oleh penduduk Indonesia sebagai bumbu dapur dan juga tanaman obat.

Nama lain dan Adas Manis

Beberapa daerah di Indonesia mengenal adas manis dengan banyak ragam nama, diantaranya Hades (Sunda), adas londa, Adhas (Madura), adas landi (Jawa), adas (Bali), adas pedas (Aceh), wala wunga (Sumba), adas, Adeh, adas pedas (Melayu), manih (Minangkabau), paapang, paampas (Menado), popoas (Alfuru), denggu-denggu (Gorontalo), porotomo (Baree), papaato (Buol), kumpasi (Sangir Talaud), adasa, adase (Bugis), rempasu (Makasar).

Ciri-ciri Tanaman Adas Manis (Pimpinella anisum)

  • Secara fisik tanaman adas membawa tinggi 50 cm – 2 meter, sifat tanaman ini merumpun dan sanggup hidup dengan umur panjang.
  • Batang, dalam satu rumpun tanaman adas umumnya membawa 3 – 5 buah batang, Batang adas membawa warna hijau agak kebiruan, batang membawa urutan dan beruas dan juga berlubang, batang membawa bau wangi jikalau memar.
  • Daun, tanaman adas membawa letak daun yang berseling dan majemuk, daunnya menyirip ganda dua dengan posisi sirip-sirip yang letaknya menyempit bersifat jarum, membawa wujud runcing pada ujung dan pangkalnya. Panjang daun sekitar 30 cm hingga dengan 50 cm, lebar daun 5 cm hingga dengan 7 cm berwarna hijau muda.
  • Bunga : tanaman adas membawa bunga yang bersifat payung majemuk dengan diameter 5 cm hingga dengan 15 cm. Panjang gagang bunga adas sekitar 2 mm hingga 5 mm, kelopak bunga bersifat tabung dengan warna hijau.
  • Buah : buah adas bersifat biji kering yang membawa panjang 4 hingga 9 mm, lebar biji 3 samapai 4 mm, jikalau tetap berumur muda membawa warna biru lantas bakal berwarna coklat ketika biji berumur tua. Bentuk biji lonjong dan juga beraroma kuat dan manis. Warna buah adas berbeda-beda berdasarkan negara asalnya.

Kandungan Adas Manis (Pimpinella anisum)

  • Kelembaban: 9-13%
  • Protein: 18%
  • Minyak lemak: 8-23%
  • Minyak atsiri: 2-7%
  • Tepung: 5%
  • Ekstrak bebas-N: 22-28%
  • Serat kasar: 12-25%
  • Minyak atsiri yang dihasilkan melalui penyulingan umumnya sekitar 2-3% dimana anethole merupakan 80-90% kandungannya.
  • Minyak adas punya kandungan asiri Oleum Foeniculi 1 – 6%, 50 – 60% anetol, sekitar 20% kadar fenkon, pinen, limonen, dipenten, felandren, metilchavikol, anisaldehid, asam anisat, dan 12% minyak lemak.
  • Aroma khas dari adas berasal dari kadar anetol dengan khasiat karminatif. Akar punya kandungan bergapten, biji adas punya kandungan stigmasterin.

Manfaat Adas Manis (Pimpinella anisum)

  • Sebagai bumbu dapur, tersedia banyak dimanfaatkan untuk pembuatan minuman, pembuatan roti, campuran acar, salad, dan juga sebagai rempah-rempah pada sebagian masakan.
  • Adas manis, seperti adas, punya kandungan anethole, dan dikenal sebagai zat phytoestrogen.
  • Adas manis merupakan antiparasit enteng dan daunnya sanggup digunakan untuk memelihara problem pencernaan, meredakan sakit gigi, dan minyak atsirinya sanggup digunakan untuk mengobati penyakit lice and kudis
  • Menurut Pliny the Elder, adas manis digunakan untuk mengobati sulit tidur, dikunyah dengan alexanders dan sedikit madu di pagi hari untuk beri kesegaran napas, dan jikalau dicampur dengan anggur sanggup mengobati sengatan kalajengking
  • Dalam aromaterapi, minyak atsiri adas manis digunakan untuk memelihara pilek dan flu.
  • Minyak adas yang memiliki kadar anetol, fenkon, chavicol, dan juga anisaldehid berfungsi menyejukkan saluran cerna dan juga bekerja sama perangsang napsu makan.
  • Menambah peristaltik saluran cerna dan juga merangsang pengeluaran kentut ( flatus ).

Menyingkirkan dingin dan juga dahak.

  • Dari satu penelitian pd manusia dewasa, diternukan bahwasanya adas memiliki dampak menghancurkan batu ginjal
  • Sebagai obat herbal yang sanggup mengatasi beraneka jenis penyakit seperti perut kembung, mual, diare, sakit kuning, kurang nafsu makan, batuk berdahak, asma, hernia, insomnia, batu ginjal, rematik, bahkan untuk memperbaiki penglihatan.
  • Dapat mendukung memperlancar dan memperbanyak ASI
  • Dapat mendukung meringankan nyeri haid, memperlancar haid, dan mengatasi haid yang tidak teratur.
  • Sebagai antiinflammasi, diuretik, dan antimikroba
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s